Like The Wind, You Always Disappear
Disclaimer
Nama tokoh disini diambil dari vocaloid. yah, Len dan Rin Kagamine dan Hatsune Miku. mereka milik Yamaha Crypton Future Media. :)
WARNING!
ini gajelas. sangat teramat tidak jelas dan abal. dan satu lagi! typo bertebaran! *sepertinya*
bagi yang nekat,
HAPPY READING~! XD
.
.
.
.
.
ini gajelas. sangat teramat tidak jelas dan abal. dan satu lagi! typo bertebaran! *sepertinya*
bagi yang nekat,
HAPPY READING~! XD
.
.
.
.
.
Like The Wind, You Always Disappear
"Hari ini dia menghilang lagi. kemana sih dia, gak tau apa kalau aku mengkhawatirkannya. emang gak bisa apa memberitahuku. setidaknya balas pesanku sekaliiii saja..haah dasar bodoh!" gadis itu melempar handphonenya ke kasur dan merebahkan diri di atas kasurnya yang nyaman, membiarkan dirinya terlelap perlahan. setidak nya itu yang bisa ia lakukan untuk membunuh kejenuhannya.
-----
drrrt...drrrt..
handphone yang bergetar membuatnya terbangun. segera, ia mencari dimana handphonenya itu berada.
1 text message from Len ♡
gadis itu langsung menekan tombol hijau untuk membuka pesan itu
From : Len ♡
To : Rin
Hi Rin!
maaf aku baru membalas pesan darimu. handphone ku low-battery.
apa kabar? bagaimana hari mu?
received at 07.15 pm on saturday
yah.. hanya itu balasan untuk pesan-pesan yang sudah ia kirim. namun anehnya ia tak marah. ia malah senang karena akhirnya orang itu membalas pesannya. tanpa menunggu lama ia segera menekan tombol answer dan membalas pesan singkat dari orang yang dicintainya itu
To : Len ♡
From : Rin
"Hi juga Len!
maaf, aku tadi tertidur. bagaimana keadaan mu? oh..souka. tak apa..
eh? hariku sih gak begitu menyenangkan sih. well.. sangat membosankan. sungguh! bagaimana denganmu?"
sent at 07.15 pm on saturday
seen at 07.21 pm on saturday
balasnya menggebu-gebu. ini aneh.. bisa saja kan ia marah pada len? cowok yang selalu lama membalas atau bahkan sama sekali tidak membalas pesan-pesan darinya. tapi nyatanya? semua kekesalan yang selama ini ia rasa langsung menghilang begitu saja setelah len, si cowok berambut honey blonde itu membalas pesannya. ini aneh!
setelah beberapa lama menunggu dan berharap, ternyata cowok itu lagi-lagi tidak membalas pesannya. dia merasa kesal untuk entah yang sudah keberapa kalinya. semua orang juga pasti merasa kesal bukan kalau kau menunggu orang yang kau suka tak kunjung membalas pesanmu?
Hampir 4 jam berlalu, namun cowok yang memiliki warna mata yang serupa dengan rambutnya itu tak kunjung membalas pesannya (lagi). Kini, ia hanya bisa pasrah. bukannya ia tidak mencoba untuk menghubungi len dengan cara lain seperti telepon atau lewat email loh.. semuanya sudah ia lakukan, tapi semuanya percuma. karena tetap saja tak ada respon yang berarti dari Len. kini ia merasa sedikit putus aja. -buat apa aku memikirkanmu yang belum tentu kamu juga memikirkanku- pikirnya. akhirnya ia mencoba untuk melakukan berbagai aktifitas untuk membuatnya sibuk. dengan begitu, akan tidak ada waktu baginya untuk memikirkan Len.
----
benar saja, beberapa hari berlalu sejak malam itu sampai sekarang masih tidak ada kabar darinya. Rin semakin yakin untuk melupakan orang itu. sebenarnya ada satu hal yang ingin ia tanyakan, namun ia tak mungkin selalu menghubungi orang itu. Rin tau kalau Len itu sangat sibuk untuk mengurus keperluannya untuk masuk ke universitas. kalau memang Len merindukannya seperti ia merindukan Len, pasti Len akan menghubunginya, benar kan? lagipula, Rin juga bukan siapa-siapa bagi Len, mungkin Len berpikir bahwa Rin orang yang spesial karena ia selalu ada untuknya, namun Rin tidak cukup spesial untuk selalu berada dalam pikirannya. itu yang selama beberapa hari terakhir ini berada dalam benaknya. baginya, pikiran-pikiran seperti ini membantunya untuk melupakan Len. lagipula menyayangi seseorang kan tidak berarti harus selalu berdampingan kapanpun, dimanapun dalam melakukan apapun. lebih baik seperti ini, memberikan jarak untuk hubungan mereka yang masih kelabu.
kini Rin sedang berada di kamarnya, berdiri di balkon dan menatap langit yang malam ini begitu indahnya. sayang, perasaannya yang sedang kacau saat ini membuatnya tak dapat menikmati pemandangan malam yang biasanya selalu bisa membuatnya tenang. pikirannya tertuju pada seseorang yang selama ini ia kenal, seseorang yang selalu dapat membuatnya tersipu malu dengan perhatiannya, seseorang yang saat ini ingin sekali ia sapa, seseorang yang dapat merubah moodnya dengan cepat entah dari baik menjadi tidak atau sebaliknya. kepada seseorang yang telah membuatnya merasakan perasaan yang membingungkan seperti saat ini. cinta dan benci. begitulah kira-kira ia menafsirkan perasaannya. ia kesal pada orang itu karena dia tak kunjung membalas pesan-pesannya, namun ia juga tak mengerti kenapa ia masih saja selalu mengharapkan orang itu. tidak mungkin kan seseorang merasakan kedua perasaan seperti saat itu secara bersamaan?
Len, tidakkah kau tau kalau aku sangat menyukaimu? tidakkah cukup perhatianku yang selama ini tertuju padamu menunjukkan semuanya?- pikirnya sambil menatap bintang di langit dengan tatapan nanar. Rin memang ingin melupakan Len, tapi itu tidak semudah yang ia kira. terkadang ia masih sering berharap jika pesan yang masuk ke handphonenya adalah pesan dari Len, ia juga masih suka berharap kalau Len akan meneleponnya, menanyakan kabarnya dan membicarakan banyak hal. naif memang, tapi begitulah kenyataannya.
----
"Ohayou~ miku-chan" sapa Rin sambil tersenyum kepada sahabat karibnya itu dan langsung duduk di hadapan Miku yang tengah menyesap cappuccino miliknya. tanpa banyak bicara, Miku tau pasti ada sesuatu yang sangat mengganggu sahabatnya itu.
"Rin, ada apa? apa masih tidak ada kabar darinya? huh.. orang itu menyebalkan sekali, seenaknya saja datang dan pergi dalam kehidupan seseorang. memangnya memperbaiki hati yang selalu hancur berkeping-keping itu mudah?! kau harus bicara padanya Rin, kalau kau diam seperti ini, perasaan itu akan semakin menyiksamu..."
Rin mengambil nafas panjang dan menghembuskannya perlahan kemudian memesan minuman yang sama seperti miku, setelah pelayan cafe pergi Rin segera angkat bicara
"iya.. sampai sekarang dia masih belum menghubungiku. tidak.. bukan dia yang salah Miku, aku yang salah karena aku kepedean menganggap semua perhatiannya padaku berlebihan, menganggapnya sebagai perasaan sukanya padaku. bukankah lebih baik seperti ini? bukankah kau sendiri yang bilang kalau kita tidak ingin kehilangan, maka kurangi rasa terlalu ingin memiliki? mungkin aku terlalu mengharapkan ia tidak akan terganggu dengan semua pesan-pesanku itu, aku selalu menghubungi pada malam hari padahal aku tau –karena dia sendiri yang bilang padaku– bahwa dia akan sibuk akhir-akhir ini. tapi tetap aja aku selalu membuatnya tertanggu. aku terlalu naif miku.. ini semua..salahku" ucap rin sambil mengusap matanya yang sedari tadi menahan cairan bening itu agar tidak menetes ke pipi nya. ia menahan tangis. Miku yang berada di samping Rin menepuk pundak sahabatnya itu sebagai isyarat untuknya agar ia kuat.
"tapi itu bukan sepenuhnya salahmu Rin.. gadis mana yang gak akan salah paham kalau seorang pemuda tampan seperti Len itu berbaik hati dan sangat perhatian padanya? ini juga salah Len, kenapa ia harus selalu hadir dan memberimu harapan yang indah dan secepat kilat ia pergi tanpa alasan yang jelas. fatamorgana banget deh! begini saja, kalau dia menghubungi mu lagi kamu minta kejelasan padanya, tentang perasannya, tentang kalian. aku gak suka dengan caranya yang seperti itu, ketika hati kamu sudah tertata lagi dengan rapi eh dia malah datang dan menghancurkannya sekali lagi. itu berulang-ulang kan? coba kau ingat seberapa kali kau menangisinya. emm.. Rin, maaf kalau aku tak pandai memberi nasihat atau apapun itu tapi tujuanku hanya satu, aku ingin kamu bahagia, bersama dengan orang yang menghargai kamu, menghargai keberadaanmu, yang benar-benar bersedia memberikan sedikit waktunya untuk bersamamu. kau tau tidak, seseorang pernah bekata.. bagaimana sesuatu itu disebut cinta jika kau lebih banyak menangis daripada tertawa karenanya? makanya, menurutku lebih baik kamu melupakan dia Rin.. dan cari seseorang yang bisa membuatmu merasa bahagia "
Miku, seorang gadis remaja yang memiliki suara yang indah, berambut panjang berwarna hijau tosca itu sudah lama sekali mengenal Rin, ia tau tentang semuanya termasuk tentang perasaan Rin pada Len. dari awal Rin bercerita mengenai Len pada Miku, Miku tidak begitu menyukainya apalagi setelah orang itu membuat sahabat baiknya itu menangis. menurutnya, Rin pantas mendapatkan seeorang yang lebih baik dari Len.
----
setelah pembicaraannya dengan Miku di cafe tadi, Rin hanya berdiam diri di kamarnya. semua yang dikatakan Miku benar, memang tidak sepenuhnya itu salahnya, mungkin ia memang salah karena terlalu menggap semua itu serius, tapi kenapa Len begitu peduli padanya, sifat Len kepada Rin selama ini seperti seorang kekasih, padahal Len tak pernah menyatakan cintanya pada Rin, bahkan saat Rin yang secara tidak langsung menyatakan perasaannya, Len - dengan cara yang sama menolaknya juga. Miku benar, terlalu sering Rin dibuat berharap olehnya. saat tengah memikirkan semuanya, handphone Rin berdering tanda panggilan masuk. dengan malas ia mengambil handphonenya -siapa sih malam-malam gini menelepon?- pikirnya. Rin kagget bukan main saat ia melihat nama yang tertera di layar handphonenya itu, Len meneleponnya!
pip
"halo? Rin!" ucap Len setengah berteriak dan membuat Rin tersentak
"haduh, Len.. bisa tidak sih kau tidak berteriak seperti itu? kupingku sakit tau!" jawabnya
"eh? maaf.. maaf.. aku tidak bermaksud, oh iya, kamu baik-baik saja? kenapa kamu tidak mengirim pesan atau menghubungiku? aku khawatir tau.."
"Len.." ucap Rin datar dan memotong pembicaraan "ada yang ingin kubicarakan.." lanjutnya
"oke..baiklah. ada apa?"
"umm.. apa kamu mengetahui tentang perasaanku padamu? maksudku, aku menyukai mu Len. aku menyukaimu.." suara Rin semakin lama semakin mengecil. orang diseberang telepon hanya diam tidak memberi jawaban. ia kaget. sama kagetnya dengan Rin yang tak menyangka akan menyatakan perasaannya pada Len. terjadi keheningan sesaat karena mereka berdua sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. tak lama kemudian, Rin kembali angkat bicara. "baiklah.. aku tau mungkin ini terdengar gila. tapi.. aku ingin tau mengenai perasaanmu padaku, Len"
"eh? ehem.. umm.." meskipun Rin tak bisa melihatnya, tetapi Len menggaruk belakang kepalanya yang sebenarnya tidak terasa gatal. Rin yang menunggu jawaban dari Len merasa cemas akan jawaban yang akan diterima olehnya. sekali lagi, mereka berdua terdiam untuk beberapa saat hingga..
"Rin, sebelumnya aku ingin mengucapkan banyak terimakasih padamu. tapi.. maaf aku menganggapmu hanya sebagai adikku, temanku. tidak lebih dari itu. maaf" terdengar nada menyesal dari Len.
Deg
"Rin, sebelumnya aku ingin mengucapkan banyak terimakasih padamu. tapi.. maaf aku menganggapmu hanya sebagai adikku, temanku. tidak lebih dari itu. maaf" terdengar nada menyesal dari Len.
Deg
"aah.. begituyah? baiklah.. maaf ya Len, selama ini aku sudah salah paham. terimakasih atas kebaikanmu selama ini.. kalau begitu sampai jumpa lain kali, aku harus tidur. oh iya.. sukses ya! semoga kamu bisa masuk ke universitas yang kamu inginkan.. good night"
pip
Rin memutus telepon. ia tak sanggup lagi menahan rasa sakit nya. kali ini hatinya benar-benar hancur. ia mungkin terdengar ceria tadi, saat berbicara dengan Len. seolah tak terjadi apa-apa padanya. tapi.. Len tidak tau bahwa gadis yang sedang meneleponnya itu menangis karenanya. yah.. biar bagaimana pun juga Rin tetap bersyukur karena bisa mengenal Len yang begitu peduli terhadapnya meskipun kepeduliannya itu hanya seperti kakak kepada seorang adik. meskipun hatinya sakit sekali saat mendengar jawaban dari Len. tapi Rin senang karena Tuhan telah mempertemukannya dengan Len. pelan tapi pasti, suatu saat nanti Rin yakin bahwa ia akan bisa menerima ini semua. menerima kenyataan bahwa Len memang hanya akan memandangnya sebagai seorang adik sekaligus seorang teman. tidak lebih dari itu.
----
pagi yang cerah namun tak secerah hati Rin yang masih sedih akan kejadian semalam menemaninya yang tengah duduk di balkon yang sedang menikmati segelas susu hangat. ia teringat akan perkataan Miku pada waktu itu, Len memang seperti fatamorgana. menyejukkan di tengah gurun yang gersang namun saat kau sadar ia menghilang saat kau mendekatinya. yaah.. Len memang seperti itu. Rin sering bahkan terlalu sering mengirim pesan padanya namun ia jarang sekali membalasnya. memang untuk beberapa bulan terakhir ini saja, tapi pesan singkat yang benar-benar singkat darinya itu selalu saja membuat nya senang bukan main. kalau dipikirkan, Len juga seperti angin. keberadaannya yang sedikit masih saja bisa terasa menyejukkan. tapi ia memang sering datang dan pergi dengan tiba-tiba, datang dengan seenaknya dan membuat hati orang menjadi senang dan pergi begitu saja membuat perasaan Rin menjadi kacau balau karenanya. sekarang, ia semakin mirip dengan angin. Rin tidak dapat melihatnya, menggenggamnya, namun ia selalu bisa merasakannya. dan sekali lagi.. Len memang seperti angin sejuk yang membawa kebahagiaan ditengah cuaca panas setelah itu menghilang secara misterius entah kemana.
*Owari*
haiyaaah minna-san. pasti nyesel udah baca ini wkwkw XD yah, kan udah di peringatin dari awal :p well... ini pertama kalinya kembali kesini dan memposting sebuah cerita kaya gini :')
oh iya! ada lagi. karena sering buka fanfiction, aku pake disclaimer - disclaimer kaya gitu deh hehe terus yang messages gitu aku inget Hachan di ceritanya ada kaya gituan makanya aku tiru. yah payah ya.. tapi makasih banyak looh.. bukan mau meniru tapi terinspirasi /plak /samaaja. terus ini juga ada dari kata-katanya kak *lupa* kalo gak salah kak Esti. yah maklum saya bukan pengingat yang baik. pokoknya cerita ini terinspirasi dari banyak orang dan banyak hal deh XD
sekali lagi. byeee~~!!! ~ヾ(^∇^)
oh iya! ada lagi. karena sering buka fanfiction, aku pake disclaimer - disclaimer kaya gitu deh hehe terus yang messages gitu aku inget Hachan di ceritanya ada kaya gituan makanya aku tiru. yah payah ya.. tapi makasih banyak looh.. bukan mau meniru tapi terinspirasi /plak /samaaja. terus ini juga ada dari kata-katanya kak *lupa* kalo gak salah kak Esti. yah maklum saya bukan pengingat yang baik. pokoknya cerita ini terinspirasi dari banyak orang dan banyak hal deh XD
sekali lagi. byeee~~!!! ~ヾ(^∇^)
Bagus kok ceritanya :D
BalasHapusmasukan dari saya adlh "lebih pede sma karya buatan sndri" hehe
ada kritik gak? rasanya masih banyak yang kurang disana-sini ( ̄~ ̄;). mohon review nya. terimakasih ヽ(*≧ω≦)ノ
BalasHapusi'm trying. thanks for the advice anyway (〃 ̄ω ̄〃ゞ
Mungkn kalau boleh kritik lg, di pemilihan katanya kurang coy.. Kurang bisa mainin emosi pembacanya >3<)/ <w<
BalasHapusemm.. begitu ya.. (^~^;)ゞ
BalasHapusok I'll do better next time. (>人<)ありがとう!!!