RESPECT

Disclaimer: This is just my resume from some lecture that I attended hehe so there might be some missing point, tho I wish that wouldn't happened.

P.s: I post it in here cause it will be more convenient for me if I want to re-read it again.

Respect
28 Juli 2018

Hubungan yang dijalin oleh umat manusia itu terhadap:
  1. Allah SWT
  2. Diri sendiri
  3. Manusia lain / makhluk Allah SWT lainnya.
Secara ringkas, penjelasan tentang hal tersebut ada dalam hadis yang menyatakan:
Bertawakallah kepada Allah dimanapun engkau berada, dan hendaknya setelah melakukan kejelekan engkau melakukan kebaikan yang dapat menghapusnya. Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik (HR. Ahmad & Tirmidzi).

Mengenai point ke-3, ada cerita yang menarik. Ketika berinteraksi dengan orang lain, Nabi Muhammad SAW memandang seluruh orang dengan pandangan cinta (baik terhadap musuh / teman) hal ini menunjukkan bahwa adab itu sangat penting. Perihal adab juga terdapat dalam Q.S Al-Mujadilah ayat 11 yang artinya,
Hai orang-orang beriman! Apabila dikatakan kepadamu: "berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Lah apa hubungannya sama adab? gini loh.. jadi ayat tersebut relate sama adab dalam ber-majlis-ilmu. Ketika ada saudara kita yang baru datang misalnya, maka beri tempat untuk duduk (lapangkanlah tempat untuk duduk) hal tersebut gaakan merugikan kita sama sekali malahan Allah SWT akan membalas kebaikan kita itu dengan melapangkan urusan kita. Adab yang tadi diajarkan oleh Allah SWT kan termasuk kedalam ilmu kan? nah kalau kita beriman dan berilmu akan dapat keutamaan yaitu Allah SWT akan meninggikan derajat kita.

Lalu gimana nih sikap kita terhadap seseorang yang belum mengenal ilmu? Tentu saja dengan tetap berhusnudzon dan mendoakan agar ia mendapat pertolongan Allah. 

Kenapa sih gak boleh buruk sangka? Karena ya bisa aja dia emang belum tau, atau udah tau tapi belum dapat hidayah atau tau tapi malah ignorant / sibuk. Yang jadi point penting adalah kita jangan merasa lebih baik. Jangan sombong cuy! Inget, iblis tuh dikeluarin dari surga ya karena sombong. So, jangan berbangga dengan amalan yang udah kita lakuin (belum tentu juga kan di terima, astagfirullah). Kita juga harus inget-inget amalan baik orang lain terhadap kita— kalau bisa ya lupain aja kalau kita pernah berbuat baik sama orang lain. Kok gitu? Ya biar gak terlalu ngarep... nanti kalau pas lagi butuh bantuan dan orangnya gak bisa bantu; "ih kok dia gitu sih? padahal kan gue udh baik sama dia.." nah loh itu ikhlas gak ya?

Ada 3 fase dalam belajar, yaitu
  1. Ketika awal belajar ➡ fase ini rawan banget buat kita jadi sombong karena dari fase gatau menjadi tau.
  2. Setelah lulus dari kesombongan, ada pintu tawadhu (rendah hati). Di fase ini dia menganggap apa yang dia lakukan benar tapi orang lain juga belum tentu salah ➡ lebih bisa open minded lah ya (tapi tetap pada prinsip sepertinya .-.)
  3. Pintu merasa semakin bodoh ➡ semakin tinggi ilmu seseorang, semakin merasa banyak yang ia belum ketahui. 
Soal perbedaan pandangan, Islam itu agama yang luas yang menerima perbedaan. Contohnya kaya shalat deh, kan ada tuh yang takbir tangan sejajar pundak ada yang sampai telinga, soal wudhu pun ada yang basahin kepala ada yang cuma sedikit ➡ it's okay as long as ada dasar ilmu yang kuat. Imam besar pun ketika ada kumpul mereka gak debat, mereka saling respect. 

Ilmu Allah SWT itu sangatlah luas, Allah SWT juga berfirman "tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit" (Q.S Al- Isra' : 85) jadi yaudah tinggalin deh perihal debat. Saling respect aja~~ toh dengan gitu kita jadi lebih tenang kan? oh iya itu untuk yang samar ya.. kalau soal yang fundamental ya kita tetep perlu menyampaikan ilmu tapi tetep dengan adab (contoh: dakwah). 

Sering-sering juga minta perlindungan Allah SWT dari sifat sombong, karena Allah SWT sejatinya adalah pelindung bagi orang beriman (Q.S Al- Baqarah: 257). Kita itu kecil sob, gaada apa-apanya.. makanya kita sering dzikir ucap takbir. Esensinya ya semua yang ada di dunia itu kecil dibanding dengan sang pencipta- Allah SWT. Kursi Allah itu luas meliputi langit dan bumi dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya (Q.S Al-Baqarah: 255).


Q&A

1) Bagaimana cara kita untuk mengingatkan temen secara baik agar tidak tersinggung? Karena kan kadang ketika kita mengingatkan jadinya kita seperti meninggi/sombong, takutnya bikin down

Jawab : Ada adabnya; secara sembunyi-sembunyi (gak di depan umum, bisa kan via chat / telpon / ngomong langsung secara pribadi) kecuali kalau memang gaada kesempatan lain baru silahkan tapi hati-hati dalam memilih tutur kata (gunakan kata yang santun, bagus, baik). Kalau nasihat kita ditolak? Evaluasi cara kita menasehati lalu yakinkan diri bahwa tidak semua orang akan bisa menerima- yang penting kita sudah sampaikan ilmunya. 

Ketika kita hijrah, jangan merasa kita aman. justru bisa jadi cobaannya makin susah. Q.S Al-Ankabut ayat 2: Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? ➡ makanya kuatkan diri dengan meminta pertolongan dan perlindungan Allah SWT. Salah satu cara adalah berkumpul dengan orang soleh agar ketika kita ada ujian kita bisa minta bantuan untuk cari solusi. 

2) Gimana menasehati teman yang tahu masa lalu jahiliah kita? ketika ada yang tau, takutnya jadi dosa kita

Jawab: Ketika kita ingin menasehati takut si fulan akan membocorkan masa lalu kita jadi kita tinggalkan mereka maka itu salah. Justru ketika kita menasehati dan orang tersebut menyebar masalalu buruk kita berarti orang tersebut telah melakukan ghibah (lagi pula we lives on the present right? Allah aja mengampuni hambanya. Dia gak liat masa lalu kita tapi gimana proses kita untuk jadi pribadi yang lebih baik). Conclusion : Jangan takut untuk tetap nasehatin, kalau dia nyebarin keburukan kita diemin aja soalnya keburukan itu akan balik ke orang yang melakukannya. Tugas kita itu beramal, biarkan judgement itu milik Allah SWT saja. 

3) Awal hijrah kan semangat cari ilmu, nah takut misalnya sudah tahu hukumnya tapi belum bisa taat. Itu gimana?

Jawab: Was-was itu datangnya dari setan. Kita jadi merasa munafik, sehingga kita menjadi futur (malas) datang ke kajian ilmu, masjid, dll ketika hal ini datang hal yang harus dilakuin apa?

Berubah- tapi jangan sekaligus. yang benar adalah dikit-dikit tapi rutin. semangat bagus tapi harus berilmu. jangan semua diembat diawal lalu berhenti ditengah. nikmatin prosesnya
Manajemen waktu. Jangan sampai seperti dicerita yang ada orang tidak akan menikah dan hanya akan beribadah. That's not it. Semua ada porsinya.

4) Cara berpakaian dirumah jika tidak ada hubungan darah? Lalu telah menemui ayah kandung namun ibu tidak suka tapi tetap ingin berbakti

Jawab: Tetap non-mahram jadi harus jaga. Disarankan untuk menikah karena dengan menikah ia menjadi milik suaminya, jadi lebih aman, lebih tenang. (seems like I lost the answer for the second question)

5) Bagaimana cara menjemput jodoh karena masih belum bisa move on?

Jawab: Tinggal ikhwannya saja harus yakin kepada Allah SWT. Jangan banyak ragu, ingat janji Allah dalam Al-Qur'an. Bagi akhwat, banyak sabar (menahan diri dari apa yang dilarang), tidak ada larangan bagi akhwat untuk minta saran / minta jodoh (kepada orang ketiga yang sudah menikah) ➡ ikhtiar, minta sama Allah untuk jodoh terbaik, last but not least : terus perbaiki diri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Besaran dan Satuan