A Little Bit Longer
>o< yeeeeey akhirnya aku bisa menemukan judul yang pas buat cerpen ini TT^TT *sroooot~* *terharu* #plak
well check it out aja deeeeh XDD
Arigatou gozaimashita m(_ _)m
well check it out aja deeeeh XDD
Arigatou gozaimashita m(_ _)m
Saat
ia membuka handphonenya, dilihatnya ada dua panggilan tak terjawab
dari... "I like you more than anyone else.." belum sempat ia melihatnya, handhonenya kembali berdering. ia tersentak kaget melihat nama yang tertera di layar
Kaito Kazama calling.....
Answer? Reject?
Segera ia menekan tombol hijau dan menempelkan ponselnya di telinganya
"hei.. kenapa kau baru menjawab panggilanku? apa kau sesibuk itu sampai-sampai kau mengabaikan panggilan dariku?" gadis itu tersenyum kecil mendengar seseorang di sebrang telephone itu marah-marah tak karuan padanya. Kini ia tahu siapa pemilik dari dua panggilan tak terjawab itu.
"maaf.. aku tidak mendengarnya.. kau, ada apa kau menelephone ku?" tanyanya. ia berjalan kearah balkon memeperhatikan gradasi warna langut yang indah dari sana. Angin yang berhembus cukup kencang tak menghalanginya untuk menikmati suasana di sore hari itu.
"hei..umm.. apa malam ini kau bisa ikut pergi bersamaku?" orang itu bertanya padanya, sementara ia hanya diam saja seolah tidak ada di ujung telephone.
"hallo~.. heeiiii... kau disana? haaaaallooooo~" ucap orang itu setengah berteriak. hal itu berhasil membuat gadis itu terkejut dan membangunkan dirinya dari lamunannya.
"aah.. i-iyaa.. maaf. ada apa?" jawabnya
"kau ini.. apakah kau tidak mendengar pertanyaanku barusan?" ucap orang itu setengah kesal.
"ah.. maaf" jawabnya. terdengar nada menyesal dari nada bicaranya "umm.. bisa kau ulangi petanyaan mu? ku mohon...." pintanya
"yaah.. baiklah. umm...apakah malam ini kau ada acara? kalau tidak, bisakan kau menemaniku malam ini? baiklah.. maaf kalau terlalu mendadak, tapi tak bisakah kau datang? kalau kau tidak keberatan tolong datang ke taman Rikugien jam 7 malam. terimakasih.."
"hei.. tungg---" beeep beeep orang itu langsung menutup saluran telephonenya.
"haaah..! kau ini.. tidak bisakah kau mendengar penjelasan dan jawaban darikuu..? dasar Kaito bodoh.." umpat gadis itu pelan
***
"aaah..gawat... sebaiknya aku berangkat sekarang" ucap gadis berparas cantik itu sambil bersiap mengenakan sepatunya
"Keiko.. kau tidak mengenakan jaketmu?" tanya seorang wanita tua yang tinggal di kamar sebelah apartemen miliknya. yah..gadis cantik itu bernama Keiko. lebih tepatnya Masami Keiko. ia sudah berteman dengan Kaito Kazama semenjak ia masuk duduk di bangku SMA dan sekarang, ia sudah memasuki bangku kuliah.
"ah.. kirasa tidak perlu, karena udara di sore hari tadi tidak terlalu dingin. lagipula aku juga lupa dimana aku meletakkan jaketku. baiklah bi.. aku berangkat yaa.." keiko tersenyum kepada wanita paruh baya itu sejenak sebelum ia benar-benar berangkat "ah.. iya.. jangan lupa supnya" lanjutnya. kemudian ia segera pergi untuk menemui Kaito yang menunggunya di taman.
ia berlari untuk sampai ke taman itu
"ah..gawat.. ku kira tak akan sedingin ini" batinnya. gadis berambut panjang itu belari sambil menggosok-gosokokkan tangannya, berlari seperti ini pun tak membuat tubuhnya hangat meski sedikitpun. cuaca memang sulit ditebak bukan? padahal sore tadi saja udara tidak sedingin biasanya sehingga ia tidak perlu mengenakan syalnya. daun-daun di jalanan sudah banyakyang mulai menguning dan jatuh berguguran. angin yang berhembus cukup kencang juga memmbuat beberapa daun kecil yang ringan, terbang terbawa angin. ia berusaha mempercepat larinya. selain karena udara yang dingin, ia juga tak ingin membuat Kaito menunggunya terlaru lama.
sesampainya ditaman, ia melihat seseorang tengah duduk di bangku taman sambil menundukkan kepalanya dan menatap layar ponsel di tangannya. ia langsung tahu bahwa pria yang tengah duduk itu adalah Kaito. segera ia berlari menghampiri Kaito.
"haah.. haaah.. ma-maaf.. aku terlambat" ucap Keiko terengah-engah. "kau.. apa kau sudah menunggu lama?" tanyanya.. ia masih berusaha untuk mengatur nafasnya agar kembali normal.
"aah.. tidak, kupikir kau tak akan datang kesini" jawabnya sambil tersenyum "hei.. kenapa kau tidak mengenakan jaketmu? udara malam ini sangat dingin kau tahu?" Kaito melepaskan jaket yang dikenakannya kemudian memberikannya pada gadis itu
"ah..tidak perlu.. a-aku tidak merasa dingin" jawabnya berbohong
"kauuuu.. masih ingin membohongiku ? bibirmu sudah mulai membiru kau tau?! dan tanganmu.. tanganmu itu dingin sekali. seperti orang mau mati saja. cepat kenakan jaketnya."
"tapi bagaimana denganmu? tidak, aku tidak ingin memakainya. kau saja yang pakai dasar Kaito bodoh.." ia melemparkan jaket itu pada Kaito
"apa?! kauuu.. dengar ya, aku tak ingin kau mati karena kedinginan jalan denganku. bagaimana kalau kau mati lalu orang-orang menyalahkanku karena aku tidak meminjamkan jaketku ini pada gadis bodoh sepertimu.. ? sudahlah.. cepat pakai.. dan lihat, aku mengenakan 3 jaket. jadi sudahlah..kau tenang saja"
"baiklah.. terimakasih.." jawabnya. ia tahu Kaito sudah mulai marah padanya dan ia sangat tak ingin hal itu terjadi oleh karena itu segera ia mengenakan jaket yang diberikan Kaito padanya tadi.Jaketnya terlalu besar untuknya, ia seperti tenggelam dalam balutan jaket berwarna hitam itu, namun tak apa ia tak mau melepaskannya, selain karena tubuhnya mulai merasa hangat itu juga karena ia tak ingin marah padanya.
"baiklah.. ayo pergi" Kaito menarik tangan Keiko. hangat. keiko merasakan kehangatan dari genggaman tangan Kaito. Kaito mengajaknya mengelilingi kota Tokyo pada malam hari itu.
***
Kaito mengantar Keiko sampai depan apartemen yang ditinggalinya
"Keiko..ada yang ingin ku katakan padamu" Kaito menarik nafas panjang. keiko yang mendengar ucapan dan tingkah laku Kaito nampak kebingungan. "Terimakasih.. terimakasih atas hari ini. aku.." hening.. mereka berdua nampaknya sibuk dengan pikirannya masing-masing. "aku tidak akan pernah bisa melupakannya" lanjutnya
"ke-kenapa.. kau bicara seperti ini?" seperti yang ingin pergi jauh saja.. kau baik-baiksaja bukan?"
"yaah...aku baik-baik saja" jawab Kaito. mereka berdua hanya saling menatap
"keiko..aku menyayangimu.." ucap Kaito. lalu berhenti sejenak. Keiko masih menunggu lanjutan kalimat dari Kaito berharap kalimat selanjutanya merupakan sebuah kalimat yang sangat ingin ia dengar dari mulut seorang Kaito Kazama. "maaf.. tapi aku harus pergi" lanjut Kaito. nada bicaranya terdengar sangat lirih.
tidak.. bukan kalimat itu yang ingin Keiko dengar..--aku.. salah mendengar bukan? Kaito tidak berkata seperti itu kan? katakan itu semua bohong..-- pikir Keiko dalam hati. yaah..bukan kalimat yang seperti itu yang ingin di dengar oleh kebanyakan wanita. bukan. ia berharap sekali bahwa kali ini ia salah. ia sangat berharap bahwa pendengarannya salah. sungguh ia tak mengerti dengan apa yang baru saja kaito katakan padanya tadi.
satu detik.. dua detik.. hingga beberapa menit berlalu mereka berdua masih diam hanya keheningan yang ada diantara mereka berdua.
"kaito bodoh.." ucapnya lirih. Keiko masih menundukkan kepalanya, menahan cairan bening dari pelupuk matanya itu agar tidak jatuh kebawah dan dilihat oleh orang di depannya itu. "apa maksud mu kau menyayangiku tapi kau harus pergi? jangan bicara yang tidak-tidak" Kaito hanya diam menatap gadis cantik berambut panjang di depannya itu menahan tangis. hingga pada akhirnya keiko tak dapat menahan tangis nya.. akhirnya cairan bening yang terjatuh dari pelupuk matanya itu pun tak ia tutupi lagi.. Keiko sambil menangis menatap kaito dalam - dalam.. Kaito ingin sekali menghapus air mata gadis itu dengan tangannya namun ia tidak bisa. kalau ia melakukan hal itu..akan semakin sulit baginya untuk melepaskan gadis itu.
"kau tau? hal yang ingin sekali ku bicarakan padamu adalah hal ini. setelah sekian lama kita bersama, apa kau tidak memiliki perasaan yang sama seperti ku? tapi kemudian kau bilang bahwa kau menyayangiku, mendengar perkataan itu membuatku senang. sangaaat.. senang. tapi setelah itu, kau menghancurkannya lagi. aku tak mengerti. kalau kau memang menyayangiku, lalu kenapa kau harus pergi?" tangisnya pecah. kaito tak kuasa melihat gadis yang dicintainya menangis tersedu-sedu seperti itu. akhirnya ia memeluknya
"maafkan aku.." kaito bebisik lirih
"kau tahukan? selama ini aku tidak pernah melihat orang lain. kenapa Tuhan begitu tidak adil padaku ? saat aku menyukaimu dan kau pun begitu, kenapa kita tak bisa bersama? kenapa harus seperti ini kaito? katakan, kau tidak akan pergi..katakan padaku.." keiko menangis dalam pelukan kaito. "apa alasanmu untuk pergi?" tanya keiko kemudian
"kau tidak boleh bicara seperti itu, Tuhan itu adil. dia ingin melihatmu bahagia dengan orang lain. kalau kau bersamaku, kau akan menderita. maaf.. tapi aku tetap harus perfi. aku sakit keiko..maafkan aku , aku baru mengatakan hal ini padamu. aku hanya tak ingin membuatmu khawatir. besook.. aku akan pergi ke luar negeri untuk melaksanakan terapi. apa kau mau menungguku? kalau kau merasa lelah dan menyerah kau boleh melupakan aku. sudahlah.. jangan menangis lagi.." jawab kaito berusaha menenangkan keiko
"kenapa kau harus pergi? aku.. aku akan menunggumu."
"this is the only way. terimakasih karena telah mau menungguku"
"tak bisakah kau tetap disisiku?"
"i wish from the bottom of my heart to always remain by your side. yaah.. i want to be by your side forever. but i guess there's nothing we can do" jawab kaito. ia menundukkan kepadanya dan berkata "sorry"
"Don't forget me.." keiko memegang tangan kaito dan menatap kaito dalam-dalam
"I'll never forget you.. i want to be by your side a bit longer.. but its time to go. sudahlah.. cepat masuk kedalam. oh iya.. malam ini malam terakhir kita bertemu oleh karena itu, maukah kau tersenyum padaku?" ucap kaito sambil tersenyum berusaha menutupi perasaan yang sesungguhnya pada keiko.
"aku akan menunggumu disini. i will always love you, nobody can take your place.." ucap keiko sambil tersenyum. senyumannya, kaito tak akan pernah bisa melupakan senyuman itu. "sudahlah.. cepat kau pulang kerumah kemudian cepat sembuh dan kembali lagi kesini" keiko mendorong-dorong kaito
"baiklah-baiklah.. sampai jumpa" kaito melambaikan tangannya sebelum ia benar-benar pergi
***
tak lama kemudian Keiko mendapat panggilan dari nomor yang tak dikenalnya. diangkatnya dan.. handphone yang berada dalam genggamannya pun terjatuh. kembali, cairan bening keluar dari pelupuk matanya. kali ini ia menangis frustasi tak percaya dengan apa yang ia dengar. segera ia berlari keluar. sekali lagi ia tak peduli dengan jaketnya yang ia pikirkan hanya orang itu. orang yang sangat ia sayangi.
sesampainya di rumah sakit, ia melihatnya dengan jelas, Kaito kazama orang yang ia sayangi terbujur kaku dengan wajah yang pucat pasi. keiko menangis sejadi-jadinya di rumah sakit itu hingga terlelap tidur
saat ia terbangun ia menyadari bahwa ia tidak berada di dalam kamarnya yang hangat dan nyaman itu tapi ia berada di suatu tempat yang berwarna putih berbau obat dan rasa dingin yang menusuk itu. ia segera mencari-cari dimana kaito berada memastikan semuanya hanya mimpi dan semua akan baik-baik saja meski ia tahu itu tidaklah mungkin. tapi bukan kaito-lah yang ia temukan disana melainkan orang-orang yang menangisi kepergian kaito.
keiko tak menghadiri upacara kematian atau ososhiki yang ia lakukan hanyalah mengurung dirinya dalam kamar sambil memeluk sebingkai foto. kaito dan dirinya. dalam foto mereka tampak sangatt bahagia. ia kembali menangis teringat akan kejadian semalam, malam itu.. itulah saat terakhir kali ia melihat orang itu. seseorang yang pernah hadir dan memberi warna indah dalam hidupnya. seseorang yang tak akan pernah bisa ia lupakan. seseorang yang akan selalu ia ingat. ia tidak pernah mengira bahwa akhirnya akan seperti ini. seseorang yang sangat ia sayangi akhirnya pergi meninggalkannya. keiko menangis sambil berharap kaito akan datang dan memanggil namanya. menyebut namanya, tersenyum padanya, dan menghabiskan waktu bersamanya seperti waktu itu. boleh sajakan ia berharap meski harapan itu tak ada? yaa.. ia memang boleh berharap namun, harapan yang ia inginkan tak mungkin dapat terwujud karena kaito, orang yang ia sayangi telah pergi dengan tenang meninggalkannya dengan segala kenangan indah yang telah mereka buat bersama.
OWARI~ ˆ⌣ˆ
Komentar
Posting Komentar
here, you can share your opinion about this article or about anything from my blog. if you have a question go ask me k? XD
thanks a lot anyway~