Lagu Cinta Untuk Mama

"Kaka..besok mama ulang tahun kan? kaka mau memberikan apa untuk mama?"tanya ayah
"Iya...kayanya kaka ga bisa ngasi mama suatu barang Yah, uang tabungan Lasmi sedikit..jadi ga bisa beliin mama suatu barang Yah.. tapi, Lasmi mau ngasih sesuatu yang beda untuk mama Yah..."
"Owh...emangnya apa ka?"
"Adadeh..hehe"
"Owh iya ka..besok pagi, bantu ayah bikin kejutan untuk mama ya?"
"Iya Ayah....Ana sama Ani ikut?"
"Iyadong..pasti mereka ikut"
"Hemmm....baiklah"

--Di Rumah--

Sesampainya di rumah, mama sedang asyik bermain dengan Ana dan Ani..dan itu membuatku merasa..kecewa. Semenjak kehamilan dan kelahiran Ana dan Ani, mama selalu memerhatikan mereka, tak jarang mama mengabaikanku untuk kepentingan Ana dan Ani.. Ayah juga selalu berkata

"Lasmi sayang...Lasmi kan sekarang sudah menjadi seorang kaka, makanya kamu harus bersikap dewasa ya sayang. Kamu harus menjadi contoh yang baik bagi Ana dan Ani"

kalo memang menjadi dewasa aku harus merelakan kehilangan kasih sayang mama dan ayah, maka aku takkan rela menjadi dewasa. Aku ingin selalu menjadi anak kecil yang di sayang sama mama dan ayah, dan kalau memang menjadi seorang yang dewasa harus rela di marahi oleh kedua orang tua padahal itu bukan kesalahanku, maka aku pun takkan mau menjadi dewasa.. Biarlah aku menjadi seorang anak kecil.

Ana dan Ani itu sangat nakal.. aku sering di marahi mama, padahal itu ulah Ana dan Ani. Aku juga sering berebutan dengan Ana dan Ani, tapi mama selalu saja berkata

"Kaka...kaka 'kan sudah besar jadi kaka harus mengalah pada Ana dan Ani..kaka nanti bisa beli yang lain. ayolah kaka...kaka jangan bertingkah seperti anak kecil.. berilah contoh yang baik bagi Ana dan Ani.. kaka bisa kan?"

sikapku mungkin sangat ke kanak-kanakkan, tapi itu aku lakukan karena aku kurang perhatian dari mama, ayah juga jarang ada di rumah, selalu di kantor.

"Kaka..ayo sini..!!" ajak mama
"Engga ma...kaka mau nonton tv aja" aku tak mengalihkan pandanganku dari layar tv
"Owh.."

Saat makam malam, aku bicara pada mama agar besok datang ke sekolah. Mama bilang..mama inysaAllah akan datang.

'alhamdulillah..aku uda bilang ama mama, aku harap..mama besok benar-benar datang. Ga apa deh bawa Ana sama Ani juga, yang pasti aku mau mama datang' pikirku

Aku menuju meja belajarku.. aku membuka suatu album foto, yang berisikan fotoku waktu aku kecil bersama ayah dan mama, di sana banyak sekali foto mama dan aku, mama yang memelukku, mama yang mengecup keningku, dan masih banyak lagi. Rasanya sudah lamaaa sekali aku tak di peluk oleh mama. Foto terakhir adalah foto mama, aku dan ayah. Bedanya...saat foto ini di ambil, mama sedang mengandung Ana dan Ani.

Di samping album foto itu ada calendar, ku ambil calendar itu dan kembali ke tempat tidurku. Besok tanggal 22 Desember, hari ibu dan ulang tahun mama. Perayaan hari ibu tahun ini..sekolah mengadakan sebuah kompetisi, nyanyi, baca puisi, atau bikin sesuatu untuk ibu. Tahun ini, tahun pertama aku ikut kompetisi itu sebagai perwakilan kelas. Semoga besok aku menang dan mama datang jadi aku bisa bikin mama bangga.Calendar itu aku simpan di meja kecil dekat tempat tidurku.

'Sebaiknya aku tidur sekarang'

"Ya allah..semoga besok mama datang. Selamat tidur ma...."

--Pagi Harinya--

Kejutan yang kami siapkan berhasil..!! Mama sangaaat bahagia. Semoga ekspresi mama saat di sekolah lebih bahagia dari ini.. aku harap.

di sekolah ramai sekali dengan orang tua murid.. 'Kania lagi membacakan puisinya di depan..bagaimana ini?? Sebentar lagi giliranku.. sementara mama belum datang..' pikirku cemas

"Lasmi, kelas 6-a... silahkan naik ke atas panggung"

dari atas..semuanya terlihat jelas. Mama belum datang, aku ga tau mama belum datang atau memang tidak akan datang.

"Saya Lasmi kelas 6-a mau menyanyikan lagu ini untuk mama yang sedang berulang tahun dan untuk ayah yang saya sayang.. semoga suka"


andai...aku tlah dewasa..apa yang kan..ku katakan..
untukmu..idolaku..tersayang ayah
andai..usiaku berubah..ku balas cintamu bunda..
pelitaku..penerang jiwaku dalam setiap waktu..
ku tahu kau berharap dalam do'a mu
ku tahu kau berjaga dalam langkaku
ku tahu slalu cinta dalam senyum mu..
oh Tuhan...kau ku pinta bahagiakan mereka sepertiku..
andai..aku tlah dewasa.. ingin aku persembahkan..semurni cintamu..
setulus kasih sayangmu..kau slalu ku cinta..

--Di Rumah--

"Assalammu'alaikum....!!" Tak ada jawaban dari mama, Ana dan Ani..
"Aku pulaaang.......!!!" Sambil menyimpan sepatu di rak, lagi-lagi ga ada jawaban

'sepertinya mama, Ana dan Ani pergi. Sebaiknya aku kunci rumah, dan pergi ke kamar..' pikirku

Ternyata benar..mama pergi. Mama meninggalkan memo di meja belajarku. Kata mama, mama mau ke rumah teman Ana dan Ani di TK..

'Ana, Ani..!! Kenapa sih harus selalu mereka?! Kenapa sih...sekarang mama jarang ada buatku..?? Meskipun sekarang aku sudah kelas 6..tetap saja aku membutuhkan mama..!!' membanting tas ke kasur, aku terduduk di depan meja belajarku.

'Mama ga dateng ke sekolah tapi mama pergi ke tempat lain, mama juga ga bilang maaf di memo, ma..aku juga butuh perhatian mama, seenggaknya mama nanya ke hari-hari di sekolah gimana ato yang lainnya, aku tau aku sudah kelas 6 dan tingkah ku ini sangat kekanak-kanankkan, tapi sungguh ma...aku pengen mama sedikiit..saja perhatian terhadapku..' tangisku

"Mama ga bole tau aku nangis, aku harus tegar.." Aku menghapus air mataku dan segera mencuci muka, lalu aku pergi mengerjakan tugas.

'Gapapa...gapapa... biar nanti mama sadar sendiri.. kalau mama uda bikin aku kecewa..' pikirku

--Sepulang Mama--

"Assalammu'alaikum...."
"Wa'alaikumsalam...." Jawabku
"Waah..kaka, maaf ya kaka mama tinggal. Tapi ini..mama belikan kamu buku diary. Semoga kamu suka.."
"Makasih ma..." Jawabku

'apa? Mama ga ngungkit soal tadi? Yang di sekola? Tapi aku sedikit senang..mama membelikanku sebuah buku diary. Aku memang sudah lama menginginkannya, tapi uang tabunganku tidak cukup" pikirku... aku agak kesal sih, tapi tetap saja senang karena diary itu.

"Ka Lala..aku boleh ikut ke sekolah ga?" tanya Ani
"He? sekolah?" aku bingung
'maksudnya acara tadi? udah telat..! ngapain sih di ungkit lagi?!' pikirku kesal
"itu kaa..kata mama, besok mama mau kesekolah. Ani sama Ana boleh ikut kan?"
"owh....ga boleh"
"kenapa ka? kaka jahaaat...!! pokonya aku mau ikut!!" merengek
"....." aku diam saja, tetap menonton tv
"kaka..??!! kenapa Ani sama Ana nangis? kamu apain?" tanya mama
"aku ga ngapa-ngapain..cuman bilang ga boleh" jawabku, agak menahan amarah
"kenapa Ani..coba cerita sama mama.."
"aku sama ka Ana ga boleh ikut ke sekolah kata ka Lala..." semakin merajuk
"kaka..kenapa ga boleh? harusnya kan bolehin..lagian ama mama juga kan..?"
"kenapa?! mama yang kenapa... acaranya itu tadi ma...tadi.. tapi mama ga dateng, terus..di memo juga ga ada kata maaf dari mama karena mama ga bisa dateng.." jawabku kesal..
"Astafgfirullah..maafin mama sayang, mama kira acaranya besok.. maaf ya sayang.." mama mememluk ku, mencoba menenangkanku...
"maafin aku juga maa..tadi aku bentak mama.." ucapku lirih
"maaf sayang...maaf..nanti mama ganti dengan liburan bersama yaah..?"
"terserah mama...mama aku mau tidur, cape besok sekolah.." pergi ke kamar

--Keesokan Harinya--

"kaka...bangun, sudah pagi..."
'ayah? tumben..biasanya mama yang membangunkanku..'
"iyaaa....!!"
"cepat..nanti kamu telat.." titahnya
"iyaa..."

saat sarapan...terjadi percakapan singkat antara aku dan ayah..sungguh menyenangkan bisa mengorbrol dengan ayah..

"ka..kapan liburan?"
"sebentar lagi..setelah ulangan tengah semester..ya, 2 minggu lagi. kenapa Yah?"
"kita liburan yu.. ayah bisa minta cuti sih..mau ya?"
"yaa..boleh terserah ayah sama mama aja.."
"ayaah...Ani mau ke taman safari yaaah..!!"

suasana di ruang makan sangat...gaduh

--liburan tengah semester--

kami menghabiskan waktu bersama selama seminggu, kami berwisata ke Boscha dan ke taman safari..sungguh menyenangkan..
sisa seminggu itu..kami habiskan di rumah..

liburan yang sangaaat...menyenangkan..

--beberapa tahun kemudian--

saatnya sekolah dan melakukan aktivitas seperti biasanya. hari ini, kegiatanku hanya ekskul saja. Aku mengikuti ekskul BOS (Bina Olah Suara) dan sebelumnya di tes dulu..sudah kuputuskan..aku akan menyanyikan lagu Kenny, yang berjudul Lagu Cinta untuk Mama.

'baiklah..sekarang giliranku' berusaha menenangkan diri

"pak..mau nyanyi lagu, Lagu Cinta untuk mama"
"owh..yang kaya gini bukan? 'hanya ini..kunYanyikan..senandung dari hatiku untuk mama...' yang itu bukan?"
"iya pak.."
"ya sok atuh..."

Apa yang ku berikan untuk mama...
untuk mama...tersayang..
tak ku miliki sesuatu berharga..untuk mama...
tercinta..

hanya ini...kunyanyikan..
senandung dari hatiku untuk mama..
hanya sebuah...lagu sederhana..
lagu cintaku untuk mama..

walau tak dapat slalu ku ungkapkan..
kata cintaku..tuk mama..
namun dengarlah hatiku berkata...
sungguh ku sayang...padamu mama..

hanya ini ku nyanyikan..senandung dari hatiku untuk mama...
hanya sebuah..lagu sederhana..
lagu cintaku untuk.....mama....


"terimakasih..." teman-teman bertepuk tangan, aku....aku menangis. sambil turun kebawah, ku hapus air mataku.. aku..benar-benar ingin mama tau kalau aku sangaaat sayang sama mama, aku bertingkah sangat kekanak-kanakkan karena ingin mama perhatian sama aku..

--pengumuman hasil audisi anggota BOS--

alhamdulillah..aku keterima. secara resmi, mulai hari ini..aku anggota dari BOS. kasihan sih..temen-temen ku yang lain ada yang ga masuk, jadi dia harus daftar ke ekskul lainnya.

--1 bulan kemudian--

sebentar lagi hari ulang tahunku.. aku sungguh senang.. mama bilang, mama mau bikin baju untukku.. mama sebenarnya dulu seorang fashion designer, tapi semenjak ada Ana dan Ani..mama berhenti. kata mama, mama ingin menjadi seorang ibu rumah tangga saja.

mama merancang gaun untukku lalu mama kasih rancangannya ke teman mama nanti malam lewat e-amil, kata mama tante Mirna juga seorang fashion designer yang handal..soalnya tente Mirna punya 2 butik.

--kejadian itu--

"mama...!!" teriakku, aku coba berlari menuju mama, tapi petugas pemadam kebakaran itu menghalangiku..
"mama...!! aku mau ke mama..!! ga usah halangin aku...!!" teriakku parau.aku berusaha sekuat tenaga untuk ke mama tapi..tetap saja petugas itu menghalangiku.
"kamu tunggu di sini saja dik...jaga adik-adikmu..tenangkan mereka..kami akan menyelamatkan mama mu.." ucap petugas pemadam kebakaran
"ayah...mama..." kami memeluk ayah begitu ayah sampai di depan rumah..
"......"ayah diam saja, ayah tak menangis ataupun berusaha menyelamatkan mama. tak lama kemudian..ayah jatuh terduduk ke tanah, tampak bahwa ayah menangis..di sanalah kami.. di depan rumah..menangisi mama..

tak lama setelah itu...terlihat 2 orang petugas pemadam kebakaran keluar membawa mama.. itu mama..!!

--di rumah sakit--

mama...mama yang kuat ya.. mama jangan tinggalin Lasmi sendiri, Lasmi janji...Lasmi akan bersikap dewasa..tapi mama jangan pergi, Lasmi ga mau mama pergi...Lasmi masih pengen perhatian mama.. Lasmi masih pengen bikin mama tersenyum seperti kemarin..mama, kasian Ana sama Ani kalau mama pergi... mereka sangat membutuhkan mama..meski sekarang mereka sudah besar, tapi tetap mereka juga butuh perhatian mama. mama...Lasmi janji kalo Lasmi bakal ngejaga Ana sama Ani, Lasmi rela perhatian mama terbagi sama Ana sama Ani..tapi Lasmi ga mau mama pergi..

Ya Allah..sembuhkanlah mama, sehatkan mama seperti semula ya Allah.. Lasmi takut mama pergi... ini semua salah Lasmi Ya Allah...jangan ambil mama, ambil Lasmi aja.. Ya Allah..Lasmi mohon...sembuhkan mama......

"Pa Ridwan.....bisa bicara sebentar?" suara itu memecah keheningan
"baik dok.." jawab Ayah

"ayah...mama kenapa??" tanya ku.. pelan, takut membangunkan Ana dan Ani
"mama....." ayah menangis...

engga..ini engga mungkin.. ini ga mungkin kan??

"Ayah..!!! mama kenapa?! jawab pertanyaan ku Yah...!!"
"ssst...."
"Yah..!! jawab..!!" teriakku..
"ayah..kaka..kenapa? mama kemana? baik-baik aja kan?" tanya Ana
"ayah kenapa nangis? mama...mama sehat kan? mama bisa main lagi sama Ani dan ka Ana kan?" tanya Ani

ayah menghampiri Ana dan Ani.. mereka di peluk.. aku hanya dapat melihat mama dari jendela yang ada di pintu rumah sakit... mama pucat. Ini ga mungkin kan??

Ya Allah...mama, mama baik-baik aja kan? itu bukan mama kan? itu orang lain kan?

"kaka..."
"enggak..!! itu bukan mama kan?? itu bukan mama..??!! ayah...mama baik-baik aja kan yah??" berusaha melepaskan pelukan ayah..
"kamu ga boleh gitu sayang..mama ga bisa pergi dengan tenang kalau kamu seperti ini.."
"engga...!! itu bukan mama...mama pasti baik-baik aja kan? ini bukan mama kan??" ucapku..
"sayang...sudaah..istigfar nak..istigfar...mama meninggal karena luka bakarnya itu 95% sayang.."
"tapi....mama...." aku pasrah

"de..ini dari petugas pemadam kebakaran"
"terimakasih suster.." ucap ayah..
"mama..."ucapku lirik

--hari pemakaman--

"kaka..mau ikut?"
"engga yah.."
"tapi...kenapa?"
"enggak ayah..!! aku ga mau..."
"yasudah..hati-hati ya sayang... ayah, Ana, Ani dan bibi mau berangkat.. kamu hati-hati ya..!!"

Ya Allah.. sesungguhnya aku tak rela Engkau mengambilnya dariku.. tapi, jika memang itu mau-Mu.. aku hanya dapat merelakanya.. Ya Allah, semoga mama berada di sisi-Mu, semoga mama bahagia di samping-Mu. maafkan aku ma..telah merepotkanmu, telah menyakitimu, telah membuatmu besedih.. maafkan aku..

ku beranikan diri untuk membuka selembar surat itu, surat yang di titipkan kepada seorang suster rumah sakit untukku. di dalam surat itu, ada selembar gambar.. itu rancangan gaunku.. sudah ada yang terbakar memang..tapi tetap saja gaun itu indah. gaun yang seharusnya aku pakai saat ulang tahunku nanti, 5 hari lagi...tapi sekarang hanya mimpi. aku tak memikirkan gaun itu..tapi aku memikirkan mama.. kenapa mama bisa-bisanya masuk ke dalam rumah hanya untuk selembar rancangan gaun ini? aku tak tau harus menyalahkan siapa selain diriku.. selanjutnya ada surat dari mama untuk tante Mirna bertuliskan, 'Mir..aku buat gaun ini khusus untuk anak ku yang paling...aku sayang. Anak tertuaku, Lasmi. kamu masih ingat kan? aku mau kamu membuatkannya untuknya. aku akan bayar berapapun yang kamu mau asal gaun ini jadi..ini rancangannya...

'anakku yang paling ku sayang?' tangisku pecah
"mama....mama kenapa ga pernah ngomong, mama kenapa ga pernah perhatian sama aku? atau karena mama ingin aku dewasa? tapi aku saat itu membutuhkan mama... maaf kan aku maa..maafkan aku..." suaraku parau..

semenjak mama meninggal aku selalu menghindar dari ayah. aku ga mau ayah sedih karena akulah penyebab mama meninggal. kehidupan kamu berubah. untuk sementara waktu, kami tinggal di rumah bibi. Adik dari mama..

--hari ibu di sekolah--

"hari ini..hari ulang tahun alm.mama ku tercinta..aku persembahkan lagi ini untuk mama..aku harap mama bahagia disana.."

ku buka album biru..penuh debu dan usang..
ku pandangi semua gambar diri..kecil bersih belum ternoda
pikirku pun..melayang.. dahulu penuh kasih..
teringat semua..cerita orang.. tentang riwayatku..

ka..ta... mereka..diri..ku...slalu di manja..
ka..ta... mereka..diri..ku...slalu di timang...

nada-nada yang indah..slalu terurai darinya..
tangisan nakal dari bibirku..
takkan jadi deritanya..
tangan halus..dan suci..
tlah mengangkat tubuh ini..
jiwa raga dan seluruh hidup..
rela dia berikan..

ka..ta...mereka..diri...ku..slalu di manja..
ka..ta...mereka..diri...ku..slalu di timang..

ooh..bunda..ada dan tiada dirimu..kan selalu..ada di...dalam hatiku...

"terimakasih..." kulihat..mata semua orang, berkaca-kaca. aku sendiri pun menangis.. aku teringat akan mama.. mama semoga mama bahagia di sana.. Lasmi melaksanakan janji Lasmi mah..mama tenang ya..disana..

--kelulusan--

tiba giliranku untuk menyampaikan pesan dan kesan selama bersekolah di smp ini.. hasil ujianku memang lumayan tinggi, jadi aku di berikan kesempatan sebagai wakil dari kelas.

".......dan untuk ayah saya, saya ucapkan maaf, maaf untuk segalanya dan terimakasih atas semuanya..saya ingin menyanyikan sebuah lagu untuk ayah..semoga ayah suka.."

teringat masa kecilku..kau peluk dan kau manja..
indahnya saat itu..buatku melambung..
di sisimu terngiang..hangat napas segar harum tubuhmu..
kau tuturkan..segala mimipi-mimpi serta harapanmu..

kau ingin ku menjadi yang terbaik bagimu
patuhi perintahmu jauhkan godaan
yang mungkin kulakukan dalam waktu ku beranjak dewasa..
jangan sampai..membuatku jatuh dan terinjak..

tuhan tolonglah..sampaikan sejuta sayangku untuknya..
ku trus berjanji...takkan khianati pintanya..
ayah dengarlah..betapa sesungguhnya ku mencintaimu..
kan ku buktikan..ku mampu penuhi mau mu..

andaikan detik itu kan bergulir kembali..
kurindukan suasana basuh jiwaku..
membahagiakan aku yang haus akan kasih sayangmu..
tuk wujudkan segala..sesuatu yang pernah terlewati..


"terimakasih..."

aku menuju tempat dudukku..tapi ayah memberikan isyarat supaya aku segera mengikutinya..

"kaka..maafkan ayah, jika ayah dan mama tidak adil kepada kaka.. jika perhatian ayah dan mama seluruhnya terbagi kepada Ana dan Ani..tapi yang jelas, mama sangaaaat menyayangi kaka..Ayah juga sangaaat sayang sama kaka. ayah ga mau kehilangan orang yang ayah sayang lagi..ayah mohon...kaka jangan menghindari ayah lagi..."
"iya ayah..kaka juga minta maaf..kalau kaka bertingkah ke kanak-kanankkan..dan slama ini, kaka menghindari ayah terus...kaka ga mau bikin ayah sedih, karena mama meninggal karena kaka.."
"tidak sayang..itu sudah takdir Allah..ayah sayang sama kaka...."

disinilah kami...di sekolah..berpelukan..dan....bahagia.
--THE END--

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Besaran dan Satuan